Feeds:
Posts
Comments

Inalillahi wa inna ilaihi raajiun

Penyerangan Israel zionis biadab di jalur gaza masih terus berlanjut. Tiga ratus orang lebih tewas dalam penyerangan tersebut. Dari rumah sakit hingga masjid telah diluluhlantakan oleh mereka. Mereka bilang hanya menyerang hamas, bukan warga sipil.

WADUK!

50 orang lebih adalah mereka warga sipil, diantaranya ada anak-anak dan wanita. Mereka berkata bahwa akan melancarkan serangan besar-besaran. Apa mau mereka? Apa yang mereka inginkan? Tanahkah? Kekuasaankah? Atau apa? Atau mereka menginginkan robohnya masjid Al-Aqsha? Ya, Itu semua yang mereka inginkan. Dengan bantuan dari Amerika, mereka melakukan itu semua.

Israel = Amerika !

Apa yang akan kita lakukan? Hanya melihat? Hanya menonton?

Membantu dengan harta? Ya!

Ikut jadi relawan? Hmm..bisa juga, tp butuh pengorbanan besar.

Lalu? Apa lagi?

MAKE A PRAYER, GUYS!!

Make a prayer for them! It’s muslim’s weapon!

Let’s pray together!!! Hope the sun rise in there! Hope the enemy will destroyed!

Ya Allah, Kabulkanlah do’a kami. Aamiin.

Advertisements

Buat apa???

Kemarin malam, tepatnya hari senin, 22 desember 2008, sy berinternet di rumah. Setelah beberapa menit,  sy membaca pertanyaan2 di layanan “yahoo Answer!” dan sy pun membaca pertanyaan2 dan jawaban2 di bagian “agama & kepercayaan”.

Sy melihat bhwa bnyak sekali pertanyaan2 yang menimbulkan semacam provokasi konflik antarumat beragama. Mengapa ini terjadi? Seolah-olah pertnyaan2 yang diajukan bertujuan untuk mengejek dan “memanas-manasin” saja. Pertanyaan dan jawabannya pun bnyak yang menggunakan bhs yang tidak baik, cenderung agak kasar.

Yang ingin sy kemukakan di sini adalah kenapa mereka berbuat seperti itu? Mereka tahu bhwa pertnyaan2 trsebut akan mengarah kemana. Namun, buat apa melakukan hal2 seperti itu? Buat apa sibuk mengurusi agama orang lain sedangkan agama kita sendiri saja kita belum tentu sudah paham dan melaksanakan ajaran agama kita? Apakah kita yakin bahwa kita sudah selamat? Kewajiban kita hanyalah mengajak. Jika kita sudah mengajak dengan sekuat tenaga, kita serahkan semuanya pada Allah SWT.

Jika ingin bertanya, bertanyalah dengan niat yang baik, tujuan yang baik, cara yang baik dan bukan untuk provokasi. Begitu juga jika ingin menjawab. Jika ada seseorang yang ingin bertanya ttg agama lain, tanyalah dengan sungguh-sungguh ingin menambah ilmu dan wawasan, ataupun jalan hidup yang baru.

Kita sudah dewasa.

Yang harus kita lakukan adalah carilah ilmu sebanyak mungkin, perdalam hingga kita paham. Setelah itu laksanakanlah.

“untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (Q.S. Al-kafirun: 6)

Peresmian LSS 2008

Alhamdulillah

Dinten Minggon Subuh kaping 30 Nopember 2008 PMA 2008 resmi dilantik janten anggota LSS biasa, LSS 2008. Reueus karasana. Atos leuwih kirang 3 bulan urang sadaya ngajalanan proses di Program Mimitran Anyar (PMA).

Hatur nuhun ka akang teteh anu tos ngabimbing rayi-rayina dina nilai kasenian, kasundaan, kaorganisasian jeung kakaluwargaan.

Hapunten bilih seueur kalepatan anu dihaja atawa anu teu dihaja.

Du’akeun urang sadaya tiasa jadi jalmi anu tiasa masihan mangpaat ka nu sanes. Aamiin.

Kompas Atau Arloji?

“Kompas atau arloji?” Itulah pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada Anda (termasuk saya ^^). Seringkali kita mendengar bahwa jika kita dapat menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin semua pekerjaan dan masalah kita dapat terselesaikan dengan baik. Benarkah demikian?

Sy pun termenung ketika mendapatkan pertanyaan dan pernyataan ini. Setidaknya itulah yang sy rasakan saat sy membaca buku “First Thing First” karya Stephen Covey. Nama ini pasti sudah tidak asing di telinga kita. Penulis buku “Seven Habbits for Effective People” ini sekali lagi memberikan motivasi yang luar biasa bagi kita.

Kita telah membuat rencana sebagus mungkin. Namun, (hampir) tidak ada yang kita lakukan untuk menjalankan rencana tersebut. Kita terlalu disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan lain, apakah itu kesibukkan di kantor, tugas atau PR yang menumpuk, tugas-tugas mendadak, berkumpul dengan teman, bermain, mengobrol, dll. Kita tidak memandang hal tersebut sebagai hal yang buruk. Namun,

“Musuh yang terbaik adalah yang baik”.

Itulah yang selalu menjadi suatu dilema dalam kehidupan kita. Maka, apa yang kita butuhkan? Apakah sebuah arloji–yang dengannya kita dapat memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, menggunakan cara-cara yang serba instan untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan– ataukah sebuah kompas? Tinggal kita pilih.

Selamat memilih!

Apa yg terbayang bila kita sudah mulai kuliah? Belajar pastinya. Namun, weits! Tunggu dulu, tidak hanya itu. Dunia kuliah beda (sangat beda) dari dunia SMA. Kita tidak hanya disuapin melulu, tapi kita sendiri yang harus mencari berbagai informasi. Mulai dari bahan kuliah sampai jadwal-jadwal akademik. Tidak hanya itu, di universitas, mahasiswa-mahasiswa yang kuliah berasal dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari suku bangsa, agama, sampai ideologi dan idealisme yang berbeda-beda mewarnai dunia perkuliahan.Sudah jelas bahwa

Apa maksud sy mengutarakan hal tersebut? Yang ingin sy tekankan adalah dunia perkuliahan merupakan ajang pengembangan diri dan mencuatkan potensi diri. Kita dapat mengikuti berbagai macam unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang terdapat di universitas yang bergerak di berbagai beidang: olahraga, lingkungan, seni, budaya, politik, agama, kelompok diskusi, musik, dan lain-lain. Selain itu, aktif di himpunan mahasiswa juga bisa memeberikan kepada kita banyak manfaat. Kemampuan sosial dan soft skill kita akan terasah.  Kita harus bisa memaknai hal tersebut sebagai proses bagi kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

UTS?

Setelah dua bulan lebih, akhirnya “kuliah” sudah bisa sy rasakan. Dalam dua minggu terakhir, setiap hari Jumat, UTS mulai merambahi pikiran-pikiran mahasiswa, “Lho, koq udah UTS lg ya?”, atau, “Aargh! UTS! blm ngapalin!!!”, atau jg, “UTS? Emg gw pkirin!” Semua itu akan sering terdengar. Semakin sering, sering dan sering karena UTS akan terus berlanjut setiap hari Jumat sampai Desember! Dilanjut UAS pula!

Hiyya!! UTS menggila!!!